fbpx
Tempat semua cerita tertulis dan bermuara di ujung dunia…

CategoryPuisi Cinta

Si Mata Biru

S

Teruntuk dirimu,
Sesosok makhluk gagah bermata biru,
Yang senyumnya mengalahkan getar semeru
Menggetarkan sebuah titik di pojok hatiku

Menenggelamkan logikaku begitu dalam
Tenggelam dalam tatapmu yang kelam
Begitu anggun laksana langit malam
Begitu indah bak lentera pualam

Sinar matamu hinggap di lubuk hati
Menerangi titik kecil dalam nurani
Menaungi perlahan bak kanopi
Menguntai nada cinta dalam sepi

Oh, ya rabbi..
Rasa apakah ini?
Mengapa senyumnya begitu menawan hati?
Mengapa tatapnya begitu menghipnotis diri?

Aku menunduk pilu
Ya tuhanku, maafkan aku…
Tak seharusnya aku memupuk rindu..
Ia haram untuk kurindu..

Duhai makhluk bermata biru..
Di atas sini aku memandangmu..
Menahan rindu yang menerjang dadaku..
Melawan semerbak rasa yang mencakar hatiku…

Pamekasan, 22 februari 2020

TUTI ARTIC

T

Antara bahagia sekarang dan nanti jurang ternganga,
Adikku yang lagi keenakan menjilati es artic;
Sore ini kau cintaku, kuhiasi dengan susu + coca cola.
Isteriku dalam latihan: kita hentikan jam berdetik.

Kau pintar benar bercium, ada goresan tinggal terasa
– ketika kita bersepeda kuantar kau pulang –
Panas darahmu, sungguh lekas kau jadi dara,
Mimpi tua bangka ke langit lagi menjulang.

Pilihanmu saban hari menjemput, saban kali bertukar;
Besok kita berselisih jalan, tidak kenal tahu:
Sorga hanya permainan sebentar.

Aku juga seperti kau, semua lekas berlalu
Aku dan Tuti + Greet + Amoi… hati terlantar,
Cinta adalah bahaya yang lekas jadi pudar.

Sebuah puisi oleh Chairil Anwar

Tempat semua cerita tertulis dan bermuara di ujung dunia…

Kategori Puisi

id_IDIndonesian